TEMPLATE PRAKTIK BAIK PEMANFAATAN
DANA DESA
1.
Identitas Desa
Nama Desa : Menggeris
Kecamatan : Kecamatan
Pampangan
Kabupaten : Ogan Komering Ilir
Provinsi : Sumatera Selatan
Media Sosial Desa:
a.
Instagram :
b.
Facebook :
c.
Website :
2.
Identitas Penulis Praktik Baik
Nama/Posisi TPP :
|
No. |
Nama
TPP |
Posisi
TPP |
Nomor
Kontak TPP |
|
1. |
Deni |
PD |
085384123263 |
|
2. |
|
|
|
|
3. |
|
|
|
3.
Peranan TPP dalam pelaksanaan
kegiatan praktik baik :
|
1. Mengembangkan Rencana Intervensi: Tim Pendamping Profesional dapat
membantu mengembangkan rencana intervensi pemberian makan tambahan yang tepat
sasaran dan efektif. 2. Memberikan Pendampingan: Tim Pendamping Profesional dapat
memberikan pendampingan kepada kader kesehatan, orang tua, dan anak-anak
dalam pelaksanaan kegiatan pemberian makan tambahan. 3. Mengawasi dan Mengevaluasi: Tim Pendamping Profesional dapat
mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pemberian makan tambahan
untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut berjalan efektif dan efisien. 4. Meningkatkan Kapasitas Kader: Tim Pendamping Profesional dapat
membantu meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan pendampingan
dan edukasi tentang pemberian makan tambahan. 5. Mengidentifikasi Kebutuhan: Tim Pendamping Profesional dapat
membantu mengidentifikasi kebutuhan anak-anak yang berisiko stunting dan
mengembangkan strategi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 6. Mengembangkan Materi Edukasi: Tim Pendamping Profesional dapat
membantu mengembangkan materi edukasi tentang pemberian makan tambahan yang
tepat dan efektif. 7. Meningkatkan Kualitas Pelayanan: Tim Pendamping Profesional dapat
membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi bagi anak-anak
yang berisiko stunting. Dengan demikian, Tim Pendamping Profesional dapat berperan penting
dalam meningkatkan efektivitas kegiatan pemberian makan tambahan dalam
pencegahan stunting. |
4.
Deskripsi Praktik Baik
|
a. |
Tema
Kegiatan |
: |
Stunting |
|
b. |
Nama
Kegiatan |
: |
Penyelenggaraan Posyandu
(Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) |
|
c. |
Tahun
Anggaran Dana Desa |
: |
2024 |
|
d. |
Anggaran
Dana Desa |
: |
18.600.000,00 |
|
e. |
Latar
belakang |
: |
Desa Menggeris, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir,
Provinsi Sumatera Selatan, merupakan salah satu desa yang memiliki tantangan
dalam menurunkan angka stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada
anak di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Masalah stunting menjadi perhatian serius karena dampaknya yang signifikan
terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kekurangan gizi kronis pada ibu hamil dan anak, infeksi berulang,
serta kurangnya akses ke fasilitas kesehatan dan sanitasi yang memadai
merupakan beberapa penyebab stunting di Desa Menggeris. Faktor ekonomi dan
sosial yang rendah juga dapat memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, perlu
dilakukan upaya pencegahan stunting yang komprehensif dan melibatkan berbagai
pihak. Dampak stunting sangat signifikan, tidak hanya pada kesehatan anak
tetapi juga pada kemampuan kognitif dan akademisnya. Anak yang mengalami
stunting memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit kronis dan
memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah. Selain itu, stunting juga dapat
memiliki dampak ekonomi jangka panjang pada individu dan masyarakat. Upaya pencegahan stunting di Desa Menggeris perlu dilakukan dengan
pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk
pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan. Intervensi gizi spesifik,
seperti pemberian makanan tambahan dan suplemen gizi, serta intervensi gizi
sensitif, seperti peningkatan akses ke fasilitas kesehatan dan sanitasi,
dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting. Dengan demikian,
diharapkan angka stunting di Desa Menggeris dapat menurun dan kualitas hidup
masyarakat dapat meningkat.Desa Menggeris merupakan salah satu desa yang
memiliki tantangan dalam menurunkan angka stunting. Stunting adalah kondisi
gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan
infeksi berulang. Masalah stunting menjadi perhatian serius karena dampaknya
yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. |
|
f. |
Pelaksana/pengelola
Kegiatan |
: |
Kegiatan
pemberian makan tambahan di Desa Menggeris dikelola oleh Posyandu, Kader
Pemberdayaan Masyarakat (KPM), dan Bidan Desa. Posyandu sebagai lembaga yang
sudah ada di desa berperan penting dalam mengkoordinasikan kegiatan pemberian
makan tambahan. KPM dan Bidan Desa juga berperan aktif dalam membantu
pelaksanaan kegiatan ini. Dalam
pelaksanaan kegiatan pemberian makan tambahan, Posyandu, KPM, dan Bidan Desa
bekerja sama untuk memastikan bahwa anak-anak yang berisiko stunting menerima
makanan tambahan yang tepat dan bergizi. Mereka juga memantau pertumbuhan dan
perkembangan anak-anak serta memberikan edukasi kepada orang tua tentang
pentingnya gizi yang seimbang. Dengan
kerja sama yang baik antara Posyandu, KPM, dan Bidan Desa, kegiatan pemberian
makan tambahan di Desa Menggeris dapat berjalan efektif dan efisien. Mereka
dapat memastikan bahwa anak-anak yang berisiko stunting menerima perhatian
yang tepat dan dapat tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. |
|
g. |
Pelaksanaan
Kegiatan |
: |
Rembuk Stunting Rembuk stunting di Desa Menggeris merupakan
langkah awal dalam perencanaan pemberian makan tambahan untuk bayi. Dalam
rembuk stunting, masyarakat dan kader kesehatan berkumpul untuk membahas
masalah stunting dan menentukan strategi untuk mengatasinya. Masyarakat
memberikan usulan tentang pemberian makan tambahan bayi sebagai salah satu
cara untuk mencegah stunting di desa. Perencanaan Pemberian Makan Tambahan Setelah rembuk stunting, langkah berikutnya
adalah perencanaan pemberian makan tambahan untuk bayi. Tim perencanaan yang
terdiri dari Posyandu, KPM, dan Bidan Desa melakukan analisis kebutuhan gizi
bayi dan menentukan jenis makanan tambahan yang tepat. Masyarakat juga
dilibatkan dalam proses perencanaan untuk memastikan bahwa program tersebut
sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Pengadaan Makanan Tambahan Pengadaan makanan tambahan dilakukan setelah
perencanaan selesai. Posyandu dan KPM bekerja sama untuk membeli atau
memproduksi makanan tambahan yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan bayi.
Masyarakat juga dapat membantu dalam pengadaan makanan tambahan dengan
menyediakan bahan-bahan makanan yang segar dan bergizi. Pelaksanaan Pemberian Makan Tambahan Pelaksanaan pemberian makan tambahan dilakukan
oleh Posyandu, KPM, dan Bidan Desa. Mereka memberikan makanan tambahan kepada
bayi yang berisiko stunting dan memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Masyarakat juga dapat membantu dalam pelaksanaan pemberian makan tambahan
dengan memantau kondisi bayi dan memberikan dukungan kepada keluarga bayi. Pemantauan dan Evaluasi Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk
memastikan bahwa pemberian makan tambahan efektif dalam meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan bayi. Posyandu, KPM, dan Bidan Desa memantau
berat badan, tinggi badan, dan kondisi kesehatan bayi secara teratur.
Masyarakat juga dapat dilibatkan dalam proses evaluasi untuk memastikan bahwa
program tersebut sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Hasil atau Output Kegiatan Hasil atau output kegiatan pemberian makan
tambahan di Desa Menggeris adalah peningkatan pertumbuhan dan perkembangan
bayi. Bayi yang menerima makanan tambahan menunjukkan peningkatan berat badan
dan tinggi badan yang signifikan. Selain itu, kondisi kesehatan bayi juga
membaik dan risiko stunting menurun. Dengan demikian, pemberian makan
tambahan dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk mengatasi stunting
di Desa Menggeris. |
|
h. |
Dampak/outcome |
: |
Kegiatan makan tambahan yang dilakukan di Desa Menggeris telah
menunjukkan dampak yang positif dalam penurunan stunting. Bayi yang menerima
makanan tambahan menunjukkan peningkatan berat badan dan tinggi badan yang
signifikan. Selain itu, kondisi kesehatan bayi juga membaik dan risiko
stunting menurun. Dampak lain yang terlihat dari kegiatan makan tambahan adalah
peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masyarakat menjadi lebih peduli tentang
kebutuhan gizi bayi dan lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatan bayi.
Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi
risiko stunting di masa depan. Dengan demikian, kegiatan makan tambahan dapat menjadi salah satu
strategi efektif untuk mengatasi stunting di Desa Menggeris. Dampak yang
terlihat dari kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup
masyarakat dan mengurangi risiko stunting di masa depan. Oleh karena itu,
kegiatan makan tambahan perlu terus dilakukan dan ditingkatkan untuk mencapai
tujuan penurunan stunting di Desa Menggeris. |
|
i. |
Penerima
Manfaat |
: |
Makan tambahan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan
kesehatan dan gizi anak miskin, anak petani, anak buruh, dan anak-anak lain
yang rentan terhadap kekurangan gizi. Anak-anak ini seringkali tidak memiliki
akses ke makanan yang bergizi dan seimbang, sehingga mereka berisiko
mengalami stunting dan masalah kesehatan lainnya. Makan tambahan dapat
membantu meningkatkan kesehatan dan gizi mereka, sehingga mereka dapat tumbuh
dan berkembang dengan baik. Manfaat makan tambahan untuk anak miskin, anak petani, anak buruh, dan
lain sebagainya juga dapat dirasakan dalam jangka panjang. Dengan memiliki
gizi yang cukup, anak-anak ini dapat memiliki kemampuan kognitif dan akademis
yang lebih baik, sehingga mereka dapat memiliki kesempatan yang lebih besar
untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Selain itu, makan
tambahan juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
pentingnya gizi yang seimbang untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Dengan demikian, makan tambahan dapat menjadi salah satu investasi
penting untuk meningkatkan kualitas hidup anak miskin, anak petani, anak
buruh, dan anak-anak lain yang rentan terhadap kekurangan gizi. Pemerintah
dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menyediakan makan tambahan yang
bergizi dan seimbang untuk anak-anak ini, sehingga mereka dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik dan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk
meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. |
|
j. |
Kontribusi
pada PADesa |
: |
Meskipun program makan tambahan untuk mencegah penurunan stunting di
desa tidak memberikan kontribusi langsung ke Pendapatan Asli Daerah (PAD)
desa, program ini tetap memiliki dampak positif yang signifikan bagi
masyarakat desa. Dengan menyediakan makanan tambahan yang bergizi, program
ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak,
sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki
kemampuan kognitif dan akademis yang lebih baik. Program makan tambahan untuk mencegah penurunan stunting di desa juga
dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara
keseluruhan. Dengan mengurangi angka stunting, program ini dapat membantu
meningkatkan produktivitas dan kemampuan ekonomi masyarakat desa di masa
depan. Oleh karena itu, program makan tambahan untuk mencegah penurunan
stunting di desa tetap penting untuk dilakukan dan didukung oleh pemerintah
dan masyarakat desa, meskipun tidak ada kontribusi
langsung ke PAD desa. |
|
k. |
Keterlibatan dan dukungan pihak lain |
: |
Selain dari desa, program makan tambahan untuk mencegah stunting juga
memerlukan dukungan dan keterlibatan pihak lain seperti Puskesmas, Korlap KB,
dan lain sebagainya. Puskesmas dapat berperan penting dalam memantau
kesehatan anak-anak dan memberikan edukasi tentang gizi yang seimbang kepada
masyarakat desa. Sementara itu, Korlap KB dapat membantu dalam memantau
pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta memberikan dukungan kepada
keluarga dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Keterlibatan pihak lain seperti Puskesmas dan Korlap KB juga dapat
membantu meningkatkan efektivitas program makan tambahan. Dengan bekerja
sama, pihak-pihak terkait dapat memastikan bahwa program makan tambahan berjalan
dengan baik dan mencapai tujuannya. Selain itu, keterlibatan pihak lain juga
dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang
seimbang untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Dengan demikian, dukungan dan keterlibatan pihak lain seperti
Puskesmas, Korlap KB, dan lain sebagainya sangat penting dalam program makan
tambahan untuk mencegah stunting di desa. Dengan bekerja sama, pihak-pihak
terkait dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak
serta mengurangi angka stunting di desa. Oleh karena itu, perlu dilakukan
koordinasi dan kerja sama yang baik antara pihak-pihak terkait untuk mencapai
tujuan program makan tambahan. |
|
l. |
Pengembangan
Program/Jenis Usaha |
: |
Pengembangan program untuk mencegah stunting di desa tidak hanya
berhenti pada pemberian makan tambahan, tetapi juga akan melibatkan kegiatan
baru yang lebih komprehensif. Kedepannya, program ini akan memberikan
insentif kepada pengurus kegiatan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja
mereka dalam menjalankan program. Selain itu, program ini juga akan
memperbaiki sanitasi dan irigasi di desa untuk meningkatkan kualitas
lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pembuatan sumur bor dan WC juga akan menjadi bagian dari program
pengembangan ini. Dengan demikian, masyarakat desa akan memiliki akses ke air
bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai, sehingga dapat mengurangi risiko
penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Program ini juga akan
membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan
higiene dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengembangan program yang lebih komprehensif ini, diharapkan
dapat meningkatkan efektivitas program dalam mencegah stunting di desa.
Program ini juga akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa
dan membuat mereka lebih sejahtera. Oleh karena itu, perlu dilakukan
perencanaan dan pelaksanaan yang baik untuk mencapai tujuan program dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. |
|
m. |
Kontak
PIC Kegiatan |
: |
|
|
n. |
Dokumentasi
Kegiatan |
: |
foto sebelum-proses-sesudah-pemanfaatan
program/kegiatan |
Contoh:
|
|
Kegiatan |
|
Rembuk Stunting |
|
|
Lokasi |
|
|
Desa
Menggeris Kec. Papangan Kab. Ogan
Komering Ilir |
|
|
Waktu |
|
|
12
/11/ 2024 |
|
|
Keterangan |
|
|
Pendamping
Desa bersama Tim Pelaksana, sedang Rembuk Stunting |
|
|
Kegiatan |
|
Stunting |
|
|
Lokasi |
|
|
Desa Menggeris Kec. Papangan Kab. Ogan Komering Ilir |
|
|
Waktu |
|
|
16 Juni 2024 |
|
|
Keterangan |
|
|
Pendamping
Desa bersama Tim Pelaksana, sedang sosialisasi pencegahan stanting |
|
|
Kegiatan |
|
Makan Tambahan Bayi |
|
|
Lokasi |
|
|
Desa
Menggeris Kec. Papangan Kab. Ogan
Komering Ilir |
|
|
Waktu |
|
|
16
Juni 2024 |
|
|
Keterangan |
|
|
Pendamping
Desa bersama Tim Pelaksana, sedang monitoring kegiatan makan tambahan |
5.
Contact Person
Desa
a. Tanjung. No Hp 085367173681
Komentar
Posting Komentar